Blog

Apa Itu SNMPTN dan Bagaimana agar Bisa Lulus Tesnya? 24 Jan 2020

Sebentar lagi jalur untuk masuk ke perguruan tinggi favorit Anda akan dibuka. Mulai dari SNMPTN, SBMPTN hingga jalur mandiri bisa Anda ambil. Jalur paling dekat yang akan dibuka adalah jalur SNMPTN yang sangat banyak peminatnya. Bagi Anda yang masih asing dengan ini, kenalan dulu, yuk!

Apa Itu SNMPTN?

Jika Anda belum tahu, sebenarnya SNMPTN adalah singkatan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi. Bisa dibilang ini adalah jalur undangan dan tidak lagi membutuhkan tes atau ujian. Ini adalah jalur nasional pertama yang dibuka untuk masuk perguruan tinggi dalam negeri di seluruh Indonesia.

Jika jalur ini sudah terlewati, maka jalur selanjutnya adalah SBMPTN yang akan dibuka. Kemudian, disusul dengan jalur mandiri. Untungnya bila Anda mengikuti SNMPTN ini adalah ia memiliki kuota paling banyak di antara jalur masuk yang lainnya. Ia memiliki kuota sejumlah 40%. Lebih banyak dari jalur mandiri dan SBMPTN yang masing-masing 30%.

Jalur ini disebut sebagai jalur undangan karena memang hanya siswa-siswa tertentu saja yang bisa mendapatkan undangan untuk mengikuti SNMPTN ini. Kalaupun nanti Anda tidak menerima undangannya, jangan khawatir. Masih ada jalur SBMPTN dan jalur mandiri yang bisa Anda coba.

Bagaimana dengan Indeks Penilaian untuk SNMPTN?

Untuk indeks penilaian yang dilakukan dari jalur SNMPTN ini sebenarnya cukup banyak. Namun, yang diutamakan adalah prestasi akademik yang dilihat dari nilai rapor Anda selama sekolah. Nilai rapor tersebut adalah dari semester pertama hingga semester lima untuk SMA. Sedangkan untuk SMK yang masa belajarnya 4 tahun, sampai semester ke tujuh.

Namun, walaupun jalur ini melakukan seleksi melalui nilai rapor, namun indeks sekolah tersebut ternyata juga sangat berpengaruh. Persentase setiap sekolah yang diterima akan berbeda-beda. Sebagai contoh, siswa di PTN X dari setiap sekolah. Ada 70 siswa dari sekolah A, kuota 50 siswa dari sekolah B dan dari sekolah C ada 30.

Mengapa persentase ini bisa berbeda? Ada banyak pertimbangkan mengapa ini bisa berbeda. Tolok ukurnya adalah akreditasi sekolah Anda yang diberikan oleh BAN-SM. Selain itu, jenis kelas yang Anda ambil semisal akselerasi, RSBI dan reguler. Pertimbangan lainnya adalah banyaknya alumni sekolah Anda yang diterima di PTN yang sama.

Tak hanya itu, IPK dan prestasi alumni sebelum Anda ternyata juga dipertimbangkan untuk melihat seberapa besar potensi sekolah Anda. Masih ada juga pertimbangkan lain dari segi prestasi sekolah di bidang pendidikan. Apakah sekolah tersebut pernah ikut perlombaan daerah, nasional maupun internasional.

Selain indeks berdasarkan sekolah, indeks penilaian dari SNMPTN ini juga dipengaruhi wilayah. Maksudnya, setiap siswa yang lulus jalur ini boleh memilih 2 PTN yang salah satunya wajib berada di provinsi sekolah Anda berada. Jadi, yang menjadi acuan adalah asal sekolah Anda.

Namun, pada akhirnya Anda akan memilih salah satu dari PTN yang Anda pilih di muka, kan? Kalau Anda bisa lolos, maka Anda bisa memilih PTN yang berada di provinsi manapun. Singkatnya, untuk indeks penerimaan siswa berdasarkan jalur SNMPTN ini adalah dari nilai rapor Anda, lalu indeks sekolah dan indeks kewilayahan.

Tips dan Strategi untuk Lulus SNMPTN

1. Tentukan Jurusan yang Dimau

Salah satu tips yang harus Anda lakukan sebelum mendaftar SNMPTN adalah menentukan jurusan yang Anda mau. Tentukan jurusan yang sesuai dan pas untuk Anda di mana Anda akan memilih jurusan tersebut di akhir nanti.

2. Pelajari Detail Jurusan di PTN yang Anda Pilih

Asumsikan Anda sudah memilih jurusan yang tepat dan mempelajari apa saja yang berkaitan dengannya. Lanjutkan dengan mencari informasi khusus terkait jurusan tersebut di PTN yang Anda incar. Detail yang harus Anda perhatikan cukup banyak. 

Di antaranya adalah informasi umum yang meliputi daya tampung dan kategori. Lalu ada daftar jurusan yang bisa dipilih di program tersebut, sebaran

3. Mintalah Data Persebaran Alumni ke BK

Cara lainnya untuk memaksimalkan peluang Anda adalah dengan mencatat data persebaran alumni sekolah Anda yang bisa didapat di BK. Catat PTN mana saja yang paling banyak menerima alumni dari sekolah Anda karena dari bukti ini Anda bisa tahu apakah indeks sekolah Anda dianggap baik atau tidak.

4. Seriuslah dalam Memilih

Untuk Anda ketahui, per tahun 2019 lalu, peraturan penerimaan mahasiswa berubah. Siswa hanya diperbolehkan mendaftar SBMPTN jika ia tidak lolos SNMPTN. Jadi, kalau Anda lulus tapi tidak serius dalam memilih, maka Anda tak bisa lagi ikut SBMPTN dan harus lewat jalur mandiri. 

Itulah beberapa hal yang harus Anda tahu mengenai SNMPTN yang sebentar lagi akan dibuka. Ingat, lakukanlah yang terbaik karena peluang diterima di jalur ini sangat besar. Ada baiknya, Anda tidak memilih jurusan atau PTN berdasarkan passing grade karena sebenarnya itu juga belum terlalu akurat. Paling jelas, belajarlah yang benar, ya!