Blog

Strategi Menyelesaikan Soal Soal dalam TPS 05 Jul 2024

Dalam seleksi masuk PTN dengan sistem  SNBT memang kalian akan dihadapkan pada suatu ujian yang bernama TPS ( Tes Potensi Skolastik). Bagi kalian yang belum pernah ikut  ujian tentu masih belum tahu apa itu TPS. Tetapi bagi kalian yang sudah pernah tentu akan tahu apa itu TPS. Tetapi untuk kali ini kita akan mencoba menjelaskan apa itu TPS sesuai dengan kondisi yang ada pada saat tes SNBT. 

 

TPS dan Penjelasannya dalam Seleksi SNMPTN masuk PTN 

 

Secara umum bisa dijelaskan bahwa TPS ( Tes Potensi Skolastik ) adalah salah satu jenis tes yang akan dilakukan dalam ujian SNBT. Dimana tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan kognitif yang mencakup penalaran umum, pemahaman bacaan dan tulisan, pengetahuan dan pemahaman umum, serta pengetahuan kuantitatif. Tes ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan kognitif yang diperlukan bagi calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi.

 

Penjelasan dari konsep ujian TPS bisa kalian  dapatkan dengan melihat apa yang diperjelaskan berikut ini sesuai model ujian yang akan dilakukan dalam TPS. Biasanya dalam ujian TPS  tersebut kalian akan menemukan 3 jenis soal seperti : kesesuaian pernyataan, kesimpulan logis, dan penalaran analitik.  Yang mana dari ketiga  hal tadi kalian harus bisa melakukan pemahaman dari konteks sebuah bacaan yang biasanya akan memiliki topik.  Biasanya bacaan itu akan memiliki dua topik yaitu pemahaman isi bacaan dan penalaran kebahasaan. Pengetahuan dan pemahaman umum menyediakan beberapa jenis soal dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. 

Setelah itu kalian akan masuk ke dalam pemahaman yang berhubungan dengan konsep kognitifnya itu sendiri. Yang mana untuk soal yang berhubungan dengan kognitifnya sendiri berupa pengetahuan kuantitatif  dengan empat jenis soal yang diujikan yaitu pilihan ganda, pertanyaan dengan informasi pilihan, pertanyaan dengan dua informasi, dan analisis perbandingan dua nilai. Sehingga dapat dijelaskan bahwa TPS merupakan salah satu materi tes Ujian Tes Berbasis Kompetensi (UTBK) yang diselenggarakan oleh LTMPT pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Selain TPS, terdapat tes lain yang harus dilakukan yakni tes kemampuan bahasa inggris, dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

 

3  Cara Praktis dalam Menyelesaikan  Soal TPA dalam SNMPTN

 

Bagi kalian yang saat ini baru pertama kali ikut dalam ujian  SNBT maka cara praktis ini bisa menjadi salah satu contoh bagaimana sebaiknya kalian dalam menyelesaikan soal TPA dalam ujian SNBT : 

 

A . Strategi Pertama dengan Menggunakan Tipe soal Aritmatika 

Karena ini berhubungan dengan soal matematika, maka kuncinya adalah sering berlatih. Karena konsep ujian TPS biasanya adalah bersifat ulangan, sehingga bisa jadi soal yang ada pada tahun lalu akan keluar pada tahun mendatang. Ini memungkinkan kalian untuk bisa dengan mudah memahami soal soal yang terkait dengan soal aritmatika. 

 

Intinya dengan sering belajar dan mengerjakan soal aritmatika kalian akan bisa dengan mudah menyelesaikan soal soal yang ada dalam ujian  SNBT untuk soal TPS.  Satu kuncinya adalah kalian tidak harus menggunakan cara atau rumus yang rumit karena akan menghabiskan waktu tetapi gunakan cara singkat asalnya benar. 

 

B. Strategi Kedua dengan mengerjakan soal model analisis kecukupan data

Untuk soal soal yang seperti ini maka kalian harus mencari strategi yang terbaik agar semua soal bisa diselesaikan dengan benar. Ada baiknya kalian mencoba menyelesaikan soal dengan beberapa cara seperti misalnya dengan mencoba menjawab soal berikut : 

  • Apakah di mungkinkan untuk pernyataan pertama saja cukup untuk kalian bisa menjawab pertanyaan yang diajukan ?

  • Apakah di mungkinkan  untuk kalian mencoba untuk menggunakan pernyataan kedua dalam menjawab pertanyaan yang diajukan ?

  • Kuncinya adalah ketika kedua jawabannya adalah tidak, maka selanjutnya adalah menggunakan kedua pernyataan bersama-sama untuk menjawab pertanyaan?

 

Contoh soalnya adalah : 

 

Ada satu pertanyaan, dimana berhubungan dengan kondisi kamar yang ada di sebuah hotel. Diketahui beberapa kamar di hotel A akan ditempati oleh atlet-atlet olimpiade. Berapa banyak atlet yang akan menginap?

(1) Jika satu kamar diisi oleh 7 orang atlet, maka terdapat 1 kamar yang tidak terisi.

(2) Jika satu kamar diisi oleh 6 orang atlet, maka terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapatkan kamar.

A. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.

B. Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.

C. DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.

D. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.

E. Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.

 

Kuncinya dengan menggunakan apa yang telah dijelaskan diatas tadi untuk bisa menjawab soal yang diberikan sehingga jawabannya menjadi tepat.   Dimana penjelasanya adalah tips pertama yaitu bertanya, “Apakah pernyataan 1 saja cukup untuk menjawab?” jika iya, maka jawabannya hanya pernyataan 1 saja yang benar, tapi jika tidak kamu lanjutkan ke tips yang kedua. “Apakah pernyataan 2 saja cukup untuk menjawab?” Jika iya, maka jawabannya hanya pernyataan 2 saja yang benar. Tapi jika tidak, lanjutkan ke tips yang ketiga. “Apakah pernyataan 1 dan 2 bersama-sama menjawab?” Jika iya, maka kedua pernyataan itu benar. Jika tidak, maka jawabannya adalah kedua pernyataan itu salah.

 

C . Strategi  Ketiga dengan menggunakan cara mengerjakan soal analisis perbandingan dua nilai

 

Penjelasannya adalah bahwa untuk jenis soal yang satu ini maka biasanya akan disajikan sebuah data dan informasi yang akan menjadi kunci jawaban dari persoalan yang diberikan.  Maksudnya adalah sebuah informasi dan dua buah variabel (misal P dan Q). Umumnya, variabel P nilainya dicari berdasarkan informasi yang diberikan dan variabel Q nilainya diberikan. Peserta menentukan hubungan antara variabel P dan Q, mana yang lebih besar nilainya.