
Perkembangan teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari cara berkomunikasi, belajar, berbelanja, hingga menjalankan bisnis. Transformasi digital yang berlangsung sangat cepat membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja di bidang teknologi terus meningkat. Bahkan, banyak pakar memprediksi bahwa hingga tahun 2035 profesi yang berkaitan dengan teknologi informasi (IT) masih akan menjadi salah satu bidang pekerjaan yang paling banyak dicari.
Bagi siswa SMA, SMK, MA, maupun sederajat yang akan mengikuti seleksi masuk PTN tahun 2027, informasi ini tentu sangat penting. Memilih jurusan kuliah bukan hanya tentang minat saat ini, tetapi juga tentang mempersiapkan karier di masa depan. Jurusan yang dipilih hari ini akan menjadi bekal untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja beberapa tahun mendatang.
Memang benar bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi akan menggantikan sebagian pekerjaan yang bersifat rutin. Namun, di sisi lain, teknologi juga melahirkan banyak profesi baru yang membutuhkan tenaga ahli dengan keterampilan khusus. Karena itu, memahami tren pekerjaan masa depan dapat membantu kalian menentukan pilihan jurusan yang lebih tepat.
Mengapa Bidang Teknologi Masih Menjadi Primadona?
Ada beberapa alasan mengapa profesi di bidang teknologi diperkirakan tetap memiliki prospek yang sangat baik hingga tahun 2035.
1. Transformasi Digital Terus Berkembang
Hampir seluruh sektor industri kini memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi kerja. Perusahaan membutuhkan sistem digital yang mampu mempercepat proses bisnis, mengelola data, serta memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan.
Selain sektor teknologi informasi, kebutuhan tenaga ahli juga meningkat pada bidang energi terbarukan, logistik, kesehatan, pendidikan, hingga industri manufaktur.
2. Kebutuhan terhadap Keterampilan Digital Semakin Tinggi
Dunia kerja masa depan membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai berbagai keterampilan digital, seperti pengolahan data, Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, keamanan siber, desain UI/UX, cloud computing, sistem kendaraan otonom, energi hijau, hingga manajemen logistik berbasis teknologi.
Semakin banyak perusahaan yang mencari lulusan dengan kemampuan tersebut karena hampir semua proses bisnis kini didukung oleh teknologi digital.
3. Jurusan Kuliah Harus Disesuaikan dengan Tren Industri
Memilih jurusan kuliah sebaiknya tidak hanya berdasarkan popularitas, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan industri di masa depan. Dengan memahami profesi yang diprediksi tetap berkembang hingga tahun 2035, kalian dapat menentukan jurusan yang memiliki peluang kerja lebih luas setelah lulus.
10 Profesi Teknologi yang Diprediksi Masih Dibutuhkan hingga Tahun 2035
Berikut beberapa profesi bidang teknologi yang diperkirakan tetap memiliki prospek cerah dan banyak dibutuhkan oleh dunia industri.
1. Big Data Specialist
Big Data Specialist bertugas mengelola, menyimpan, dan menganalisis data dalam jumlah yang sangat besar agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan perusahaan.
Profesi ini membutuhkan kemampuan dalam pengolahan data, SQL, Python, analisis statistik, serta pemahaman mengenai teknologi Big Data. Memiliki sertifikasi profesional seperti Certified Big Data Professional juga dapat meningkatkan daya saing di dunia kerja.
2. Fintech Engineer
Fintech Engineer bekerja di bidang teknologi keuangan yang menggabungkan sistem digital dengan layanan finansial. Mereka berperan dalam mengembangkan aplikasi pembayaran digital, mobile banking, dompet elektronik, hingga sistem transaksi online yang aman.
Untuk menekuni profesi ini, seseorang perlu menguasai software development, keamanan sistem keuangan, analisis risiko, serta memahami proses transaksi digital.
3. AI dan Machine Learning Specialist
Artificial Intelligence menjadi salah satu teknologi yang berkembang paling cepat dalam beberapa tahun terakhir. Profesi AI dan Machine Learning Specialist bertugas mengembangkan sistem cerdas yang mampu belajar dari data serta membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan secara otomatis.
Kemampuan yang dibutuhkan antara lain pemrograman Python, machine learning framework, pemodelan data, serta penguasaan teknologi seperti TensorFlow. Sertifikasi seperti TensorFlow Developer Certificate juga dapat menjadi nilai tambah.
4. Software and Application Developer
Software Developer bertanggung jawab merancang, membangun, mengembangkan, dan memelihara aplikasi maupun perangkat lunak yang digunakan oleh perusahaan maupun masyarakat.
Profesi ini membutuhkan kemampuan pemrograman menggunakan bahasa seperti Java, Python, atau JavaScript. Selain itu, pemahaman mengenai desain UI/UX, software testing, dan problem solving juga sangat diperlukan agar aplikasi yang dikembangkan mudah digunakan.
5. Security Management Specialist
Semakin berkembangnya teknologi digital membuat ancaman terhadap keamanan data juga meningkat. Karena itu, perusahaan membutuhkan Security Management Specialist untuk menjaga keamanan sistem informasi serta melindungi data penting dari berbagai ancaman siber.
Keahlian yang dibutuhkan meliputi keamanan jaringan, manajemen risiko digital, ethical hacking, serta sertifikasi seperti CompTIA Security+ atau Certified Ethical Hacker (CEH).
6. UI dan UX Designer
Tampilan aplikasi yang menarik saja tidak cukup. Pengguna juga menginginkan pengalaman menggunakan aplikasi yang nyaman dan mudah dipahami. Di sinilah peran UI Designer dan UX Designer menjadi sangat penting.
UI Designer berfokus pada tampilan visual aplikasi atau website, sedangkan UX Designer memastikan pengalaman pengguna berjalan dengan baik. Profesi ini membutuhkan kemampuan desain visual, riset pengguna, wireframing, prototyping, serta pemahaman perilaku pengguna. Sertifikasi seperti Google UX Design Certificate maupun Adobe Certified Expert dapat menjadi nilai tambah.
7. Internet of Things (IoT) Specialist
Internet of Things atau IoT merupakan teknologi yang menghubungkan berbagai perangkat elektronik agar dapat saling berkomunikasi melalui internet.
Profesi ini semakin dibutuhkan karena penerapan IoT berkembang di berbagai sektor, seperti smart home, smart city, kesehatan, manufaktur, transportasi, hingga industri energi. Seorang IoT Specialist perlu memahami sensor, jaringan komputer, embedded system, cloud computing, serta pemrograman perangkat keras.
8. Data Analyst dan Data Scientist
Data menjadi aset yang sangat berharga bagi perusahaan modern. Oleh karena itu, profesi Data Analyst maupun Data Scientist diperkirakan akan terus mengalami peningkatan kebutuhan.
Mereka bertugas mengolah data mentah menjadi informasi yang bermanfaat bagi perusahaan dalam menentukan strategi bisnis. Kemampuan yang diperlukan meliputi Python, SQL, Machine Learning, visualisasi data, statistik, serta kemampuan menyampaikan hasil analisis kepada pihak manajemen.
9. Information Security Analyst
Serangan siber terus meningkat setiap tahun sehingga perusahaan membutuhkan tenaga profesional yang mampu melindungi sistem informasi dari berbagai ancaman.
Information Security Analyst bertugas melakukan analisis risiko, memantau keamanan jaringan, mengidentifikasi potensi serangan, serta menyusun strategi perlindungan data perusahaan. Keahlian dalam keamanan jaringan, ethical hacking, analisis risiko, serta sertifikasi seperti CompTIA Security+ atau Certified Information Systems Security Professional (CISSP) sangat mendukung profesi ini.
10. DevOps Engineer
DevOps Engineer memiliki peran penting dalam menjembatani tim pengembang perangkat lunak dengan tim operasional teknologi informasi.
Profesi ini bertanggung jawab memastikan proses pengembangan aplikasi berjalan lebih cepat, stabil, dan efisien. DevOps Engineer juga mengelola proses Continuous Integration dan Continuous Deployment (CI/CD) agar pembaruan aplikasi dapat dilakukan secara otomatis dan minim kesalahan.
Kemampuan yang dibutuhkan antara lain automation, cloud infrastructure management, Linux, Docker, Kubernetes, CI/CD, serta penguasaan sistem operasi dan layanan cloud.
Penutup
Perkembangan teknologi diperkirakan akan terus menciptakan peluang kerja baru hingga tahun 2035. Meskipun beberapa pekerjaan akan berubah karena otomatisasi dan Artificial Intelligence, kebutuhan terhadap tenaga profesional yang mampu mengembangkan, mengelola, serta mengamankan teknologi justru akan semakin meningkat.
Bagi siswa yang akan mengikuti SNBT 2027, memilih jurusan yang berkaitan dengan teknologi dapat menjadi investasi jangka panjang untuk masa depan. Jurusan seperti Informatika, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Data Science, Teknik Komputer, Teknik Elektro, Statistika, maupun Cyber Security memiliki prospek kerja yang sangat baik karena sesuai dengan kebutuhan industri modern.
Mulailah mempersiapkan diri sejak sekarang dengan memperkuat kemampuan matematika, logika, pemrograman, bahasa Inggris, serta keterampilan digital lainnya. Dengan bekal tersebut, kalian akan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di dunia kerja sekaligus berkontribusi dalam perkembangan teknologi Indonesia di masa depan.

PENDAFTARAN SISWA
Persiapan Menghadapi SBMPTN
Ini Cara Masuk STAN dan Tips yang Bisa Anda Terapkan!
Apa Itu Ujian Mandiri PTN dan Bagaimana Tips agar Bisa Lulus