Menjadi seorang dokter hewan adalah impian banyak orang, namun untuk mencapainya dibutuhkan usaha dan perjuangan yang serius. Prosesnya serupa dengan menjadi dokter umum, karena keduanya memiliki jalur dan tahap yang hampir sama.
Secara umum, jurusan Kedokteran Hewan berada di bawah Fakultas Kedokteran Hewan, dan materi yang dipelajari hampir mirip dengan pendidikan kedokteran umum. Kalian akan mempelajari pengobatan serta pencegahan penyakit pada berbagai jenis hewan, baik itu hewan peliharaan, ternak, maupun hewan liar. Keberadaan dokter hewan sangat penting, karena banyak penyakit hewan yang dapat menular ke manusia, seperti anthrax, rinderpest, dan zoonosis, yang cukup sering terjadi di Indonesia.
Proses Menjadi Dokter Hewan
Untuk menjadi dokter hewan, prosesnya mirip dengan menjadi dokter umum atau dokter gigi, dengan dua tahap utama yang perlu dilalui. Perbedaannya terletak pada materi kuliah yang lebih spesifik pada dunia hewan. Beberapa materi yang akan dipelajari antara lain: anatomi hewan (struktur tubuh seperti tulang), fisiologi hewan (fungsi dan sistem tubuh hewan secara normal), farmakologi (ilmu tentang obat-obatan), virologi, bakteriologi, patologi, parasitologi, dan lainnya.
Langkah-langkah Menjadi Dokter Hewan
-
Lulus dan Kuliah di Kedokteran Hewan Langkah pertama adalah lulus dari seleksi masuk dan melanjutkan pendidikan di jurusan Kedokteran Hewan di kampus yang menawarkan program tersebut, baik melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, atau ujian mandiri. Setelah lulus, kalian akan memperoleh gelar sarjana kedokteran hewan.
-
Koasistensi (Koas) Tahap kedua adalah koasistensi, yaitu pengalaman praktik lapangan yang akan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pekerjaan seorang dokter hewan. Lama waktu koas ini bervariasi, tergantung kemampuan masing-masing individu.
Setelah melewati dua tahapan ini, kalian akan menjadi dokter hewan yang siap bekerja. Selain profesi dokter hewan, lulusan kedokteran hewan juga memiliki banyak pilihan karir lainnya. Beberapa profesi yang bisa ditekuni adalah peneliti bidang kehewanan, konsultan hewan, pengajar di instansi pemerintah atau swasta, pegawai ASN di Kementerian Pertanian, dan profesional di perusahaan yang berhubungan dengan dunia hewan. Bahkan, lulusan kedokteran hewan juga dapat terjun ke dunia bisnis agribisnis peternakan, aparat kepolisian atau TNI, serta bekerja di lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam bidang kehewanan.
Pilihan Kampus untuk Kedokteran Hewan
Berikut adalah beberapa kampus di Indonesia yang memiliki jurusan Kedokteran Hewan:
- Institut Pertanian Bogor (Bogor)
- Universitas Airlangga (Surabaya)
- Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta)
- Universitas Padjadjaran (Bandung)
- Universitas Udayana (Bali)
- Universitas Hasanuddin (Makassar)
- Universitas Brawijaya (Malang)
- Universitas Nusa Cendana (Kupang)
- Universitas Syiah Kuala (Aceh)
- Universitas Wijaya Kusuma (Surabaya)
Persyaratan Penting untuk Menjadi Dokter Hewan
Ada dua hal penting yang perlu kalian miliki jika ingin menekuni jurusan Kedokteran Hewan:
-
Cinta dan Peduli terhadap Hewan Kalian harus memiliki rasa kasih sayang terhadap semua jenis hewan, karena mereka akan menjadi "pasien" yang harus ditangani.
-
Tidak Takut atau Jijik terhadap Hewan Kalian harus siap untuk menangani segala jenis hewan tanpa rasa takut atau jijik, karena sebagai dokter hewan, kalian akan sering berinteraksi langsung dengan hewan yang membutuhkan perawatan.
Dengan dua hal ini, kalian bisa mendalami profesi dokter hewan secara maksimal dan menjalani karir yang penuh tantangan dan kepuasan.

PENDAFTARAN SISWA
Persiapan Menghadapi SBMPTN
Ini Cara Masuk STAN dan Tips yang Bisa Anda Terapkan!
Apa Itu Ujian Mandiri PTN dan Bagaimana Tips agar Bisa Lulus